Menu Tutup

Per September, Siaran Analog di Malaysia akan Dinonaktifkan

Hai, MedForians!

Siaran digital baik televisi maupun radio memberikan banyak keuntungan dibandingkan siaran analog. Baik itu kualitas audiovisual yang jernih, subtitel dalam berbagai bahasa, hingga dapat melihat jadwal acara.

Setelah beberapa negara, termasuk InggrisJepang, dan Singapura yang sudah beralih sepenuhnya ke siaran digital, kini satu lagi tetangga kita akan mengucapkan selamat tinggal untuk siaran analog.

Dilakukan Bertahap

Malaysia akan melakukan transisi siaran dari analog ke digital secara bertahap. Nantinya seluruh televisi dan radio yang bersiaran di negeri jiran tersebut sepenuhnya disiarkan secara digital. Sebelumnya, berbagai cara telah dilakukan untuk mengenalkan masyarakat dengan siaran digital. Mulai dari pengenalan melalui video daring, iklan di televisi, hingga penyuluhan di masyarakat. Sebenarnya, Malaysia sudah sejak jauh hari mencanangkan transisi siaran dari analog ke digital. Tanggal 19 November 2014, lembaga MYTV Broadcasting diresmikan di Cyberjaya, Selangor.

Dilansir dari Berita Harian, sebuah media daring Malaysia, penonaktifan siaran ini dimulai di Langkawi pada 21 Juli lalu. Selanjutnya, wilayah tengah dan selatan Malaysia akan melakukan Analog Switch Off pada 19 Agustus, dan wilayah utara pada 2 September. Wilayah timur akan menonaktifkan siaran analog pada 17 September. Terakhir, Serawak dan Sabah akan menikmati siaran digital seluruhnya pada 30 September mendatang. Sehingga, seluruh Malaysia akan menikmati tayangan digital per akhir September tahun ini.

BACA JUGA :  Menkominfo: TV Sudah Siap Digital, Siarannya kok Belum?

Berikut redaksi sertakan dokumentasi peringatan penonaktifan siaran analog di Malaysia. Redaksi mendapatkan dokumentasi ini secara pribadi, dikarenakan transmisi siaran analog Malaysia dapat dinikmati di Batam.

Siaran TV3 Analog Malaysia sebelum nantinya dinonaktifkan dan beralih ke siaran digital.
Siaran TV3 Analog Malaysia sebelum nantinya dinonaktifkan dan beralih ke siaran digital.

Jika dilihat, tampilannya hampir mirip seperti peringatan pada televisi di Singapura yang memperkecil besar siaran dan sisanya menampilkan peringatan dan cara menggunakan televisi digital.

Bagi yang ingin menikmati siaran televisi dan radio, Malaysia melalui Kementerian Komunikasi dan Multimedia mencanangkan myFreeview.

myFreeview adalah inisiatif dari pemerintah Malaysia untuk menyediakan tayangan digital gratis bagi seluruh masyarakat disana.

Artinya, berbeda dari siaran satelit ataupun kabel, siaran terestial tidak dikenakan biaya langganan. Nantinya seluruh stasiun yang bersiaran di Malaysia dapat disaksikan melalui myFreeview.

Di dalam myFreeView, pengguna dapat menikmati 15 saluran televisi dan 6 saluran radio digital yang berada di bawah naungan RTM, Media Prima, TV AlHijrah, dan Bernama News Channel.

Sejarah Singkat Pertelevisian Malaysia

Siaran televisi analog sendiri sudah dimulai di Malaysia sejak 1963 lalu. Radio Televisyen Malaysia atau RTM menjadi stasiun televisi pertama yang bersiaran disana. Pada tahun 1978, dimulailah siaran televisi berwarna di negara itu. Tahun 1984 jadi tahun kelahiran TV3. Dan pada tahun 2003, TV3 bersama NTV7, 8TV, dan TV9 membentuk Media Prima Berhad.

BACA JUGA :  Blackpink Raih 3 Penghargaan di E! People’s Choice Awards 2019

Tahun 1996, siaran televisi melalui satelit dimulai. Astro menjadi stasiun televisi pertama yang bersiaran di satelit Measat. Hampir satu dekade berlalu, tepatnya pada 2010, HyppTV yang merupakan layanan IPTV diluncurkan.

Jika beberapa negara tetangga sudah mulai beralih, bagaimana dengan negara kita?

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×